Sawit Indonesia Jelajahi Pasar timur Tengah

kernel

Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2013 ekspor Indonesia pada tahun 2013 mencapai 21,2 juta ton dari jumlah produksi kelapa sawit yang mencapai 26,2 juta ton. Artinya sebesar 80% komoditas kelapa sawit ini untuk mensuplay kebutuhan negara-negara dunia, terutama ke India, China dan Eropa. Sedangkan pertumbuhan ke Afrika tahun lalu mencapai 13%.

Adanya pelambatan dalam perekonomian Eropa membuat harga komoditas sawit Indonesia tertekan. Oleh karena itu, para pengusaha kelapa sawit Indonesia harus mencari target negara lain untuk produknya. Afrika dan Timur Tengah terbilang pertumbuhan marketnya cukup pesat. Salah satu negara yang pertumbuhan ekspornya pesat di kawasan Timur Tengah yakni Pakistan.

Pemerintah menargetkan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2020 mencapai 40 juta ton. Untuk tahun 2014, GAPKI optimis hingga penghujung tahun target produksi sebanyak 29,5 juta ton tercapai. Indonesia adalah salah satu produsen sawit besar di dunia.

Permintaan kelapa sawit di dunia diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang dipicu pertambahan jumlah penduduk di dunia. Penduduk di dunia diprediksi mencapai 7,7 miliar orang dari 6,9 miliar orang pada 2010. Meskipun demikian, produksi kelapa sawit di Indonesia harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup agar mampu berdaya saing di kancah global. Tidak boleh merusak lingkungan karena ekonomi hijau itu mutlak untuk memenuhi standar internasional yang telah dicanangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *