Proposal Bisnis Program Inkesa KJP

banner kjp

 

I. MANFAAT PEMBANGUNAN KEBUN KELAPA SAWIT

Pembangunan kebun kelapa sawit jika ditinjau dari aspek kemanfaatan, dalam hal ini manfaat adanya program Inkesa KJP setidaknya dapat ditinjau dari aspek sbb:

A. ASPEK EKONOMI

  1. Menjadi sumber mata pencaharian baru dari sumber daya alam yang dapat diperbarui (reneweable resources)
  2. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui bisnis dibidang perkebunan
  3. Memenuhi kebutuhan bahan baku industri baik industri dalam negeri maupun luar negeri (ekspor)
  4. Menambah sumber pendapatan daerah / mengoptimalkan potensi ekonomi daerah

B. ASPEK SOSIAL

  1. Menambah jumlah kesempatan kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran
  2. Mengurangi dampak urbanisasi dari desa ke kota karena terbatasnya peluang kerja
  3. Berkurangnya penyakit sosial ( pencurian, premanisme,dll ) karena masyarakat sudah punya pekerjaan dan mampu berpenghasilan
  4. Peningkatan pendapatan masyarakat yang berdampak pada meningkatnya kesadaran atas pentingnya kesehatan, pendidikan dll

C. ASPEK LINGKUNGAN

  1. Mengurangi dampak erosi lingkungan akibat lahan (tidur)
  2. yang tidak tertata dengan sistem manajemen lingkungan yang baik
  3. Meningkatkan penyerapan karbon karena perkebunan sawit termasuk kategori kelompok tanaman hutan
  4. Menjadi tempat berlindungnya satwa dan pertumbuhan mikro organisme tanah.
  5. Memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif berwawasan lingkungan

II. PROGRAM INKESA KJP-CPS

A. INKESA KJP-CPS

Inkesa (Investasi Kebun Sawit) adalah program investasi bisnis dibidang perkebunan kelapa sawit yang dikelolah oleh Koperasi Jasa Profesi “Cipta Prima Sejahtera” (KJP-CPS) dan bekerjasama dengan investor selaku pemodal sekaligus pemilik lahan dan kebun sawit.

Dalam program ini calon investor bisa bergabung dengan cara membeli lahan kebun kelapa sawit yang dikelolah oleh KJP-CPS baik secara tunai maupun kredit dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak atau Surat Perjanjian Kerjasama (SPK).

B. KEUNTUNGAN INKESA

1)    Memiliki lahan kebun sawit bersertifikat hak milik (SHM), berkekuatan hukum, bebas dari lahan konflik/sengketa, maupun lahan fiktif

2)    Lahan dan kebun kelapa sawit dikelolah secara profesional oleh tenaga ahli di bisnis perkebunan dibawah manajemen KJP-CPS

3)    Hasil buah Kelapa Sawit siap dipanen mulai tahun ke-4 dengan sistem bagi hasil.

4)    Memperoleh bagi hasil selama masa panen  hingga 25 tahun

5)    Secara otomatis  akan terdaftar sebagai anggota KJP-CPS dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

6)    Mendapatkan informasi perkembangan kebun sawit dan laporan keuangan secara periodik

7)    Dapat mengikuti kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selaku anggota KJP-CPS

8)    Tidak direpotkan lagi dengan perawatan (maintenance) kebun serta manajemen operasional

9)    Dapat layanan visitasi (kunjungan kebun) berupa fasilitas kunjungan dari KJP-CPS secara gratis

10)    Mendapat akun program Inkesa KJP selaku investor dari KJP-CPS

C. ESTIMASI PENDAPATAN / BAGI HASIL (estimasi produktivitas terendah)

Berikut adalah tabel estimasi pendapatan/bagi hasil bersih (netto) yang dibagikan ke  investor (tabel 1).

Keterangan pendukung (tabel 1) :

a)     Tabel tersebut adalah estimasi pendapatan minimum yang diperolah investor (pendapatan bisa lebih dari yang tertera pada tabel)

b)    Keterangan, TM : Tanaman Menghasilkan, TBS : Tandan Buah Segar

c)     Pada kolom keterangan: Tahun ke, menunjukkan usia pohon sawit, usia produktif pohon sawit selama sekitar 28 tahun

d)    Pada kolom keterangan: TM ke, menunjukkan dimulainya panen/menghasilkan selama 25 tahun

e)     Harga TBS selalu berubah dan cenderung naik, harga ditentukan berdasarkan Kesepakatan yang tertuang dalam SK

Tabel Estimasi Pendapatan InKeSa

Tahun ke TM ke Hasil TBS/ha/thn (kg) Harga TBS/kg (Rp) Pendapatan Bruto/ha/thn (Rp) Rata-Rata Pegeluaran Biaya/ha/thn (Rp) Pendapatan Netto/ha/thn (Rp)
4 1 5.000 1.515 7.575.000 6.198.000 1.377.000
5 2 6.000 1.593 9.558.000 7.169.000 2.390.000
6 3 12.000 1.669 20.028.000 12.875.000 7.153.000
7 4 14.000 1.716 24.024.000 12.012.000 12.012.000
8 5 16.000 1.772 28.352.000 12.404.000 15.948.000
9 6 18.000 1.803 32.454.000 14.199.000 18.255.000
10 7 20.000 1.839 36.780.000 13.793.000 22.988.000
11 8 21.000 1.840 38.640.000 14.490.000 24.150.000
12 9 22.000 1.842 40.524.000 15.197.000 25.328.000
13 10 23.000 1.846 42.458.000 15.922.000 26.536.000
14 11 24.000 1.846 44.304.000 16.614.000 27.690.000
15 12 24.000 1.846 44.304.000 16.614.000 27.690.000
16 13 24.000 1.846 44.304.000 16.614.000 27.690.000
17 14 23.000 1.846 42.458.000 15.922.000 26.536.000
18 15 22.000 1.846 40.612.000 16.499.000 24.113.000
19 16 21.000 1.846 38.766.000 16.960.000 21.806.000
20 17 20.000 1.846 36.920.000 16.153.000 20.768.000
21 18 19.000 1.846 35.074.000 15.345.000 19.729.000
22 19 18.000 1.846 33.228.000 14.537.000 18.691.000
23 20 17.000 1.846 31.382.000 13.730.000 17.652.000
24 21 16.000 1.846 29.536.000 12.922.000 16.614.000
25 22 15.000 1.846 27.690.000 12.114.000 15.576.000
26 23 14.000 1.846 25.844.000 11.307.000 14.537.000
27 24 13.000 1.846 23.998.000 13.499.000 10.499.000
28 25 12.000 1.846 22.152.000 12.461.000 9.692.000

Sebagai catatan, data pendapatan yang tercantum dalam tabel di atas adalah nilai minimum pendapatan. Dalam kenyataannya, nilai bisa lebih besar dari prediksi dalam tabel tersebut.

D. BREAK EVENT POINT (BEP)

Estimasi nilai investasi untuk 1 hektar lahan dan kebun sawit senilai Rp 70.000.000 akan mencapai BEP pada posisi tahun ke-5 dengan perhitungan sbb :

  • Nilai aset tanah                                           = Rp 25.000.000/ha
  • Nilai investasi tanaman sawit                       = Rp 22.000.000/ha
  • BEP yang harus dicapai adalah pada nilai    = Rp 23.000.000/ha
  • Pada TM ke-4 (TM: Tanaman Menghasilkan) uang investasi anda sudah kembali
  • TM berikutnya adalah masa menikmati hasil panen kebun sawit hingga TM ke-25 dengan rata-rata pendapatan per tahun Rp. 20.000.000/ha

F.   LOKASI PERKEBUNAN DAN AREAL STATEMENT

1)    Peta Lokasi perkebunan

Peta lokasi inkesa

2)    Areal Statement Perkebunan

Sampai saat ini Inkesa KJP mengelolah perkebunan kelapa sawit seluas 13.812,6 hektar

Dengan Rincian Sebagai berikut

No Nama Kebun Lokasi (Kab)* Luas (Ha) Keterangan

1

Sebamban Kab. Tanah Bumbu         21,75 sudah produksi

2

Jilatan Estate Kab. Tanah Laut      936,61 sudah produksi

3

Tamba Jaya Estate Kab. Barito Kuala   1.891 sudah tertanam

4

Banitan Estate Kab. Barito Kuala   2.635 ijin lokasi & pembebasan lahan

5

Tabunganen Estate Kab. Barito Kuala   1.178 proses penanaman

6

Sei Teras Estate Kab. Kapuas   2.750
proses penanaman

7

Sakatamiang Estate Kab. Kapuas   4.400 proses perijinan
Total Luas Lahan 13.812,36

 *uraian

•Lokaksi 1, Kab. Tanah Laut: Terletak  di Desa Jilatan, Kec. Batu Ampar

•Lokasi 2,Kab. Tanah Laut:  terletak di desa Jilatan, desa Damar Lima, kecamatan Batu Ampar  serta  desa Batalang , Kec. Jorong

•Kab. Barito Kuala (Batola): terletak di desa Tamba Jaya, desa Mekarsari dan desa Tabunganem

G. SYARAT DAN KETENTUAN

Syarat dan ketentuan untuk mendaftar program Inkesa sebagai berikut:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Melampirkan foto kopi kelengkapan identitas (1 lembar) yaitu :

(a)  Foto kopi KTP

(b)  Foto kopi KK (Kartu Keluarga)

(c)   Pas Foto berwarna ukuran  3×4

3. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Inkesa (bermaterei  cukup) kemudian disahkan dihadapan notaris  diwilayah hukum terkait

4. Membayar harga tanah/lahan serta biaya pembangunan (maintenance) kebun sawit ke rekening perusahaan an. KJP “Cipta Prima Sejahtera” sesuai ketentuan yang tertera dalam SPK

H. HARGA DAN KETENTUAN PEMBAYARAN

Harga paket program Inkesa KJP-CPS per hektar Rp 70.000.000,- tunai (cash) atau kredit dengan uang muka Rp 11.000.000 + cicilan Rp 1.100.000- x 60 bulan (5 tahun).

Pembayaran dapat dilakukan melalui dua pilihan yaitu secara tunai (cash) dan kredit, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Pembayaran secara tunai sebesar Rp.70.000.000,- per hektar

Untuk 1 hektar lahan (SHM) dan biaya pembangunan (maintenance) kebun sawit. Tidak ada pembayaran tambahan (all in)

2) Pembayaran secara kredit sebesar Rp 11.000.000 per hektar

Untuk 1 hektar lahan (SHM), dan biaya pembangunan (maintenance) kebun sawit sebesar Rp 1.100.000 per bulan selama 60x   pembayaran (5 tahun)

3) Pembayaran dilakukan setelah investor menerima dokumen asli Surat Perjanjian  Kerjasama (SPK) yang telah ditandatangani dan disahkan oleh notaris diwilayah hukum terkait

4) Pembayaran di transfer ke rekening perusahaan (koperasi) an. KJP ‘Cipta Prima Sejahtera’

5) Investor diharapkan konfirmasi setelah melakukan pembayaran

6) Investor akan mendapatkan bukti pembayaran yang sah dari KJP ‘Cipta Prima Sejahtera’

 

III. PROFIL DAN PRESTASI INKESA KJP

A. CORPORATE IDENTITY

Nama Perusahaan     : KJP CIPTA PRIMA SEJAHTERA (beroperasi sejak th. 2000)

Bisnis Inti                  : Perkebunan

Kantor                      : Jl.P. Hidayatullah No.1, Pangambangan-Banua Anyar, Banjarmasin

Penanggung Jawab    : Hilmi Hasan, SE

NPWP                      : 2.043.087.2-731

Akta Pendirian           : 17/BH/KDK.16.10/XI/2000

TDP                          : 161026500183

SIUP                         : 503-074/SIUP.BP-VIII/BP2TPM/2010

SKTU                        : 503-160/SKTU-III/BP2TPM/2011

Rekening Bank           : an. KJP “Cipta Prima Sejahtera”

  1. Bank Muamalat                       : 611 0008 915
  2. Bank Mandiri                          : 031 0006 128071
  3. Bank Syariah Mandiri              : 015 0003 245
  4. Bank Central Asia (BCA)        : 051 0907 388
  5. Bank BNI                                : 021 0127 790
  6. BNI Syariah                             : 009 2414 913
  7. Bank BRI                                 : 024 2010 00572300
  8. Bank Niaga                              : 122 0100 054007

Foto Kantor KJP CPS

Kantor KJP CPS

B. PRESTASI INKESA KJP

  • Pemenang SMME Award 2008  (kategori sektor riil)

Pada 27 November 2008 di lantai 11 Gedung Bank Syariah Mandiri (BSM) Jakarta, KJP-CPS meraih penghargaan BSM Small, Micro & Medium Enterprise (SMME) Award 2008. Penilaian mencakup tiga aspek: kesehatan keuangan, pertumbuhan, dan kontribusi. Dewan juri dariKementerian Koperasi dan UKM, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

SMME Award 2008

SMME Award 2008

  • Pemenang BSM UMKM Award 2009 dari Bank Syariah Mandiri

Pada 20 Desember 2009, KJP-CPS kembali meraih prestasi dan merupakan  satu-satunya peraih BSM award selama 2 tahun berturut-turut (tahun 2008 dan 2009).  Ini adalah raihan prestasi yang sangat luar biasa karena harus bersaing dengan 4000 UMKM yang ada di seluruh Indonesia.

penghargaan bsm

Penghargaan BSM

  • Penghargaan Dari Gubernur Kalsel sebagai Koperasi Berprestasi

KJP-CPS berhasil terpilih sebagai Koperasi Berprestasi dalam rangka Hari Koperasi ke-64 Tahun 2011 dari Gubernur Kalimantan Selatan, Bapak. H. Rudy Ariffin.  Dengan berbagai raihan prestasi, baik ditingkat regional maupun nasional maka koperasi kami semakin dipercaya oleh para investor dan pelaku bisnis di bidang sawit.

Sertifikat Penghargaan Gubernur

Sertifikat Penghargaan Gubernur

LAMPIRAN FOTO PENDUKUNG:

peserta tour inkesa

Kunjungan Kebun Investor Inkesa KJP

Penyerahan SHM investor

Seremonial Penyerahan SHM Investor Inkesa KJP

pengurus & crew KJP

Jajaran Pengurus dan Manajemen Kantor Pusat dan Divisi KJP CPS

RAT TB 2014

Peserta RAT Tahun Buku 2014 di Hotel Gsign Banjarmasin

visit kebun sei teras

Investor memantau progres kebun Inkesa KJP

kebun panen

Kunjungan Kebun yang sudah panen

kunjungan kebun TM

Kunjungan Kebun inkesa (TM)

20131116_072137

20131116_072410

Untuk informasi lebih lanjut tentang InKeSa, silahkan mengunjungi link – link berikut:

Kenapa memilih investasi InKeSa ?

Proyeksi keuangan investasi InKeSa

Tanya Jawab seputar InKeSa