Investasi Terbaik

Hanya dengan Rp 11 Juta, Anda bisa memiliki 1 hektar kebun kelapa sawit bersertifikat hak milik (SHM) di Kalimantan dan berpotensi menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta rupiah

Lihat Proposal Bisnis

Optimis: Ekspor Sawit Lebih Baik di Tahun 2015

Memasuki tahun 2015, Kementerian Perdagangan optimistis ekspor minyak sawit dan turunannya akan lebih baik dari periode sebelumnya. Menurut data Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menyebutkan optimisme tersebut didukung oleh tren 5 tahun terakhir. Bila dilihat dari data ekspor minyak sawit dan turunannya dari Indonesia ke dunia pada periode…

Kelapa Sawit: Sektor Andalan Yang Lebih Prospektif

   kunjungan kebun TM

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa bisnis perkebunan kelapa sawit lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan perkebunan tebu dan karet karena rasio persentase biaya komoditas andalan Indonesia tersebut lebih rendah dibandingkan yang lain yaitu dengan rasio persentase biaya setahun yang lebih rendah jika dibanding dengan perkebunan karet dan tebu. Secara struktur, biaya produksi kelapa sawit paling banyak dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja yang mencapai 31,71 persen, sementara karet jauh lebih tinggi mencapai 57,09 persen sedangkan tebu sebesar 26,21 persen.

Gambaran total nilai produksi untuk tanaman sawit per tahun per hektar sebesar Rp17 juta, sementara biaya produksi hanya berkisar 57,05 persen atau senilai 9,7 juta per hektar. Sedangkan karet memiliki nilai total produksi sebesar Rp12,9 juta dan untuk biaya produksi mencapai 71,54 persen atau senilai Rp9,2 juta. Dan untuk tebu, nilai total produksi sebesar Rp31 juta, dan biaya produksi Rp24,2 juta atau 77,98 persen. Sehingga berdasarkan data tersebut kegiatan usaha kelapa sawit secara relatif lebih menguntungkan dibandingkan karet dan tebu.

Pada komoditas kelapa sawit, sebagian besar biaya dipergunakan untuk membayar upah tenaga kerja sebesar 31,71 persen dengan jenis kegiatan terbesar berada pada proses pemanenan yang mencapai 19,85 persen dari seluruh total biaya. Jenis pengeluaran lain yang cukup besar pada struktur pengeluaran kelapa sawit adalah, pengeluaran untuk sewa lahan (jikastatusnya sewa)yang mencapai 30,97 persen, sementara rata-rata jumlah pengeluaran untu pupuk, pestisida dan stimulan masing-masing sebesar 18,44 persen, 2,33 persen, dan 0,05 persen.

Sementara untuk struktur pengeluaran komoditas tanaman karet relatif memiliki kesamaan dengan kelapa sawit, namun dari sisi pengeluaran tenaga kerja untuk pemanenan menghabiskan porsi paling besar mencapai 57,09 persen dari total biaya. Sedangkan untuk tebu, memiliki pola struktur rata-rata pengeluaran yang sedikit berbeda dengan komoditas kelapa sawit dan karet, dimana rata-rata biaya untuk jasa pertanian relatif cukup besar mencapai 4,74 persen.

Prospektif keberlanjutan bisnis perkebunan kelapa sawit juga tidak perlu diragukan, sejak 1911 ketika dimulai usaha perkebunan sawit di Sumatera Utara, terbukti masih bisa bertahan dan bahkan menjadi salah satu sektor komoditas andalan perekonomian Indonesia. Sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Jika rata-rata satu keluarga punya anggota keluarga satu istri dan dua anak, maka tidak kurang 16 juta jiwa yang menggantungkan kehidupan pada bisnis perkebunan kelapa sawit ini.

Sumber: Berita Sawit

 

Sawit Indonesia Jelajahi Pasar timur Tengah

Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2013 ekspor Indonesia pada tahun 2013 mencapai 21,2 juta ton dari jumlah produksi kelapa sawit yang mencapai 26,2 juta ton. Artinya sebesar 80% komoditas kelapa sawit ini untuk mensuplay kebutuhan negara-negara dunia, terutama ke India, China dan Eropa. Sedangkan pertumbuhan ke Afrika tahun lalu mencapai…

Varietas Sawit Unggul Berstandar internasional (ISO 9001:2008)

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi rujukan dari INKESA KJP CPS  dalam memperoleh varietas benih unggul. PPKS telah memproduksi bahan tanam kelapa sawit unggul yang berstandar internasional sesuai dengan ‘Sistem Manajemen Mutu’ (ISO 9001:2008) sehingga terjamin mutunya. Bahan tanam unggul berupa kecambah, bibit klon serta bibit komersial kelapa sawit siap tanam yang telah melalui seleksi…

KJP CPS Kejar Target Tanam 700 Ha di Periode 2014

Koperasi Jasa Profesi Cipta Prima Sejahtera (KJP CPS) Banjarmasin telah menetapkan target tanam bibit sawit diatas lahan seluas 700 hektar selama periode tahun 2014. Lahan seluas 700 hektar tersebut masih dalam satu wilayah manajemen kebun Tabunganen estate dan Sei Teras Estate dengan masing-masing luas lahan 1.178 hektar dan 2.750 hektar. Dalam luas tanam 700 hektar…

Visit Reguler Oktober & Kunjungan ke Pabrik

VISITASI KEBUN adalah kegiatan kunjungan oleh calon/investor ke lokasi kebun untuk melihat secara langsung kondisi, aktivitas, dan perkembangan kebun Inkesa yang difasilitasi serta didampingi oleh manajemen kebun dan pengurus dari KJP-CPS. Lokasi yang dituju: Kebun Pembibitan (tersedia 1 juta bibit unggul siap tanam), Lokasi di Pelaihari, Kab. Tanah Laut Kebun yang sudah produktif (siap panen),…

Jadwal Visitasi Kebun, September 2014 (Reguler)

  VISITASI KEBUN adalah kegiatan kunjungan oleh calon/investor ke lokasi kebun untuk melihat secara langsung kondisi, aktivitas, dan perkembangan kebun Inkesa yang difasilitasi serta didampingi oleh manajemen kebun dan pengurus dari KJP-CPS. Lokasi yang dituju: Kebun Pembibitan (tersedia 1 juta bibit unggul siap tanam), Lokasi di Pelaihari, Kab. Tanah Laut Kebun yang sudah produktif (siap…

Manajemen Inkesa KJP-CPS Bangun Miniatur Kebun Rawa

Manajemen kebun KJP-CPS telah melakukan terobosan untuk memudahkan calon/anggota KJP-CPS dan investor program Inkesa yang ingin melihat langsung kebun rawa , yaitu dengan membangun miniatur kebun rawa di tanah mineral khususnya di area pembibitan Inkesa KJP-CPS yang terletak desa Kunyit, Kab. Tanah Laut, Kalsel. Hal ini tentu untuk memudahkan calon/anggota apabila terkendala karena keterbatasan waktu…

Jadwal Visitasi Kebun (Reguler)

  Visitasi kebun: adalah kegiatan kunjungan oleh investor/calon investor ke lokasi kebun yang difasilitasi dan didampingi oleh KJP (tim pendamping visitasi). Lokasi yang dituju: Kebun Pembibitan (tersedia 1 juta bibit unggul siap tanam) Kebun yang sudah produktif/menghasilkan (sudah panen) Lahan dan kebun yang akan di beli calon investor (Lahan siap tanam) Waktu  Pelaksanaan: Kegiatan visitasi…